Cara Berkomunikasi yang Baik Dengan Orang Tunarungu

cara berkomunikasi yang baik

Cara berkomunikasi yang baik dengan pengguna alat bantu dengar tidaklah sulit. Anda hanya perlu mempelajarinya dan sedikit bersabar agar dapat terjalin komunikasi yang baik. Terdapat dua jenis gangguan pendengaran, yaitu yang bersifat bawaan (sudah ada sejak lahir) dan adventif (terjadi setelah dilahirkan). Gangguan pendengaran adventif biasanya disebabkan oleh kebisingan. Selain itu, mungkin juga disebabkan oleh hal lain, seperti dampak dari suatu penyakit atau mengalami cedera (trauma).

Tips dan Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Tunarungu

Tidak ada alasan untuk tidak berkomunikasi dengan orang yang mengalami gangguan pendengaran dan menggunakan alat bantu dengar. Apalagi jika mereka adalah salah satu anggota keluarga kita di rumah. Berikut tips mudah untuk dapat berkomunikasi dengan pengguna alat bantu dengar :

1. Dapatkan perhatiannya

Penting untuk mendapatkan perhatiannya jika Anda berniat untuk berkomunikasi. Sentuh atau berikan tanda secara perlahan-lahan untuk memberinya isyarat. Tepukan ringan sebanyak dua kali di pundaknya sudah cukup untuk memberitahukan maksud Anda untuk mengatakan sesuatu kepada orang tersebut.

2. Sejajarkan posisi wajah

Saat akan mulai berkomunikasi, sejajarkan letak mata Anda. Jika dia sedang duduk, Anda pun disarankan untuk mengambil posisi duduk juga. Sama halnya jika dia sedang berdiri, sesuaikan posisi Anda. Pastikan Anda tidak berada terlalu dekat dengannya agar dia dapat melihat semua bahasa tubuh Anda. Pastikan juga agar lokasi pembicaraan cukup terang. Jika Anda berada di luar, hindari membelakangi matahari agar wajah Anda tidak tertutup bayangan. Kejelasan secara visual terhadap gerakan-gerakan Anda adalah hal terpenting bagi dirinya untuk dapat memberikan respons.

3. Kontak mata

Selama berbicara dengan pengguna alat bantu dengar, jangan lepaskan kontak mata dari dirinya. Lepaskan media penghalang apa pun yang mungkin mengganggu komunikasi, seperti penggunaan masker atau kacamata hitam. Tidak ada salahnya untuk menggunakan ekspresi wajah agar orang tersebut lebih mudah memahami arah pembicaraan.

4. Bicaralah dengan normal

Hindari berbicara dengan cara berbisik atau mengeraskan suara karena dapat menyulitkan orang tersebut dalam membaca gerak bibir Anda. Sebaliknya, berbicara dengan suara normal akan lebih memudahkan dirinya. Hindari pula berbicara sambil mengunyah atau menutupi mulut Anda.

Pada dasarnya, berikan kemudahan semaksimal mungkin bagi pengguna alat bantu dengar untuk memahami tujuan komunikasi yang ingin Anda sampaikan.

5. Pilih topik pembicaraan yang umum

Perlu diketahui bahwa ketika Anda berbicara, pengguna alat bantu dengar yang mampu menangkap percakapan melalui gerakan bibir hanya mampu memahami sekitar 35% dari yang Anda sampaikan. Selebihnya, mereka hanya menebak-nebak topik percakapan yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, penting untuk memilih topik umum pembicaraan agar mereka mudah menangkap intinya. Anda boleh memberikan jeda beberapa kali selama berkomunikasi untuk memastikan bahwa orang itu tetap memahami pembicaraan.

6. Gunakan gerakan isyarat

Selama berbicara, Anda dapat menggunakan gerakan isyarat, misalnya meniru gerakan orang yang sedang makan, minum, berlari, dan lain-lain. Pastikan Anda tidak terlalu cepat dalam melakukannya. Berikan jeda beberapa saat sebelum melanjutkan ke gerakan isyarat berikutnya.

7. Tetap bersikap sopan

Jagalah sikap Anda untuk tetap sopan selama berbicara dengan penyandang tunarungu. Misalnya, jika tiba-tiba ponsel Anda berdering, beri informasi yang jelas apabila Anda ingin menjawabnya. Pada kesempatan apa pun, jangan pernah menjadikan kondisi tuli sebagai bahan candaan.

Be the first to comment

Leave a Reply