Penggunaan alat bantu dengar tidak begitu saja menyelesaikan masalah pada gangguan pendengaran Anda. Setelah menggunakan alat bantu dengar, Anda sudah akan membaik dan bisa mendengarkan lagi dengan normal. Tidak sesederhana itu, karena kita membutuhkan tes-tes khusus untuk mengukur gangguan pendengaran lalu mencari solusinya. Untuk alat pendengaran yang digunakan oleh orang-orang dewasa akan diuji dengan menggunakan headphone untuk mengecek suara terendah yang bisa Anda dengar.

Anda akan diminta untuk merespon ketika Anda sudah mendengarkan suara terendah tersebut. Apakah hasilnya terlalu redup atau tidak level suara yang berbeda-beda disebut dengan “Threshold” yang diartikan sebagai suara yang masih berada di ambang telinga. Suara ini bisa dibedakan dengan beberapa tipe gangguan pendengaran yang mungkin Anda sedang derita sekarang dan juga memiliki tingkatannya sendiri-sendiri.

Tes / Uji Pendengaran Anda

Bagian umum yang lainnya dari uji pendengaran adalah menggunakan sebuah konduktor tulang. Yang mana akan mirip seperti headband yang seolah-olah ada suara yang masuk melalui tulang yang ada di belakang telinga Anda. Instrument ini akan mengukur bagaimana kemampuan syaraf pendengaran Anda mendengarkan suara, layaknya cara kerja mereka saat bergetar karena pengaruh tulang di kepala Anda.

Ketika Anda mendapatkan hasil dari tesnya, maka Anda akan menerima sebuah grafik yang disebut dengan audiogram. Grafik ini akan menunjukkan hasil suara ambang pada pendengaran Anda sehingga akan menunjukkan perbedaan antara telinga yang normal dan telinga yang bermasalah. Bukan hanya itu saja, grafik ini juga akan memberikan gambaran tentang masalah pendengaran Anda secara detail. Sehingga Anda menjadi paham dan dokter ahli pun tahu apa yang harus dilakukan.

Audiogram ini memiliki 2 bagian atau dua garis yang tegak lurus, layaknya bentuk grafik pada umumnya. Bagian-bagian tersebut yakni bagian frekuensi dan intensitas. Frekuensi ditunjukkan dengan garis tegak ke atas. Frekuensi ini akan menunjukkan data tentang keras lemahnya suara dan mengukurnya dengan satuan Hertz (Hz). Untuk sebuah frekuensi yang lemah maka akan ditunjukkan dengan jumlah yang lebih kecil daripada frekuensi yang tinggi. Contohnya adalah ketika mendengar suara burung yang bersiul rendah, frekuensi audiogram akan menunjukkan angka 4000 Hz.

Hasil Tes Pendengaran

Sedangkan untuk bagian intensitas ditunjukkan pada garis yang melintang pada grafik audiogram dan akan mengukur bagaimana kerasnya suara yang decibel. Pengujian menggunakan intensitas ini akan mengukur keras lemahnya suara yang Anda dengar. Uji pendengaran Anda akan menunjukkan pengukuran yang cenderung ke suara yang paling lembut daripada suara asli yang bisa didengar dengan telinga telanjang.

Audiogram akan menunjukkan apakah uji pendengaran Anda termasuk dalam level mild atau ringan, moderate atau sedang, severe atau keras, dan profound atau sangat parah. Dengan mendapatkan ukuran level-level ini, Anda akan dibantu untuk lebih paham tentang macam-macam gangguan pendengaran yang mungkin akan saling berpengaruh satu sama lain. Seperti contohnya pada jenis gangguan pendengaran yang disebut sensori-neural conductive.

Jika Anda memiliki sebuah uji persepsi suara maka hasilnya akan menunjukkan perbedaan dengan grafik audiogram yang Anda dapatkan. Tes ini juga akan membantu otak Anda untuk menerima dan memahami suara.

Berdasarkan pada banyak gejala yang Anda miliki dan hasil audiogram yang Anda dapatkan, kemungkinan besar Anda akan membutuhkan tes ulang, tes tambahan, atau tidak. Praktisi ahli yang membantu menjaga kesehatan Anda akan membantu Anda dalam melakukan tes yang berkelanjutan ini.

Leave a Reply