Strategi Komunikasi Dan Gangguan Pendengaran (Bagian 3) No ratings yet.

Dari dua artikel pembahasan sebelumnya mengenai strategi komunikasi, pembahasan berikut ini pun melanjutkan mengenai strategi komunikasi lainnya.

1. Strategi Komunikasi: Tegas

Pendengar: Dengan sopan beritahu rekan komunikasi Anda bahwa Anda perlu untuk membuat percakapan mengalir lebih mudah. Pada pertemuan kelompok, sebagai contoh, jika setiap orang berbicara bersamaan, sarankan bahwa hanya satu orang yang berbicara di satu waktu. Jika Anda berada di panggilan konferensi, sarankan bahwa setiap anggota memperkenalkan identitas dirinya ketika mereka berbicara sesuatu, seperti “Ini adalah Pat. Saya pikir kita sebaiknya mengadakan penggalangan dana di akhir pekan”.

Rekan komunikasi: Jika orang yang Anda ajak bicara dengan indikasi dengan gangguan pendengaran dan Anda perlu untuk berbicara sedikit lebih keras atau lebih lambat, coba untuk menolong kebutuhan mereka, tetapi seperti tokoh “Goldilocks and the porridge”, itu perlu “tepat” contohnya tidak terlalu lambat, tidak terlalu cepat, tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan. Bantuan yang Anda berikan akan memungkinkan percakapan untuk mengalir lebih mudah untuk Anda berdua.

2. Dengarkan dengan mata, tidak hanya dengan telinga

Strategi Komunikasi Dan Gangguan Pendengaran (Bagian 3)

Pendengar: Perhatikan wajah pembicara. Meskipun kurang dari 50% yang terlihat dibibir, Anda masih dapat kesempatan yang baik dengan mengambil isyarat wajah dari wajah pembicara. Apakah pembicara berkata “Saya ingin pulang ke rumah” atau apakah “Saya ingin sebuah telepon”? Perhatikan wajah pembicara dan kemungkinan Anda akan mencari tahu karena “rumah” dan “telepon” (home dan phone) terlihat berbeda di bibir. Ekspresi dari wajah pembicara memungkinkan Anda mengerti apa yang diucapkannya.

Rekan komunikasi: Pendengar mungkin sangat diuntungkan dengan bisa melihat bibir Anda selama berbicara. Pastikan tidak menutupi mulut Anda dengan tangan atau dengan apapun, dengan begitu penampakan wajah saat berbicara akan terlihat jelas.

3. Terkadang tidak apa-apa untuk merubah aturan

Pendengar: Tentu, ibu Anda memerintahkan Anda untuk berhati-hati dalam aturan sosial, seperti “Jangan menyela”, “Jangan melawan arus”, dan “Tunggu dengan sabar sampai giliranmu untuk berbicara”. Namun, bayangkan skenario ini: Anda dalam bandara yang ramai, menunggu gerbang, dan setelah pengumuman yang Anda tidak dapat pahami, separuh orang menunggu Anda untuk menuju ke gerbang lain. Meskipun apa yang ibu Anda ajarkan, jangan merasa bahwa Anda harus menunggu di antrian panjang menunggu untuk berbicara dengan penjaga gerbang.

Dengan sederhana, berjalanlah diantara antrian dan berkata “Permisi, saya tidak bermaksud untuk menyerobot antrian tetapi saya tidak dapat mendengar pengumuman yang baru saja diumumkan dan apakah Anda dapat Strategi Komunikasi Dan Gangguan Pendengaran (Bagian 3)mengulangnya untuk saya, jadi saya tidak kehilangan informasi”.

Rekan komunikasi: Ini penting untuk memahami bahwa yang mungkin terlihat tidak sopan bagi sebagian teman atau anggota keluarga Anda adalah usaha sederhana untuk mengetahui dengan segera bahwa dia memiliki kesulitan berkomunikasi. Sebagai contoh, jika dia menyela Anda di tengah penjelasan Anda tentang perjalanan baru Anda ke Rockies, hanya untuk meminta Anda untuk berbicara sedikit perlahan, jangan berpikir bahwa dia tidak sopan atau tidak tertarik.

Cukup memungkinkan, dia mungkin mengindikasikan bahwa dia ingin mendengar pengalaman perjalanan Anda tetapi dapat memahami cerita Anda dengan baik ketika Anda menggunakan kata-kata yang lebih jelas. Jadi, ambil itu sebagai suatu pujian, bukan sebagai perilaku sosial yang buruk.

4. Strategi Komunikasi: Bebaskan diri Anda, Jangan terbebani!

Pendengar: Sabar dengan diri Anda, keluarga dan teman-teman dan dengan orang-orang yang Anda jumpai sepanjang hari. Jangan salahkan diri Anda dan lainnya untuk kesulitan Anda. Hanya tetap mencoba untuk menggunakan tips yang tersedia disini dan tetap positif, bahkan ketika terasa sulit. Hari lain akan lebih sulit dari sebelumnya tetapi perilaku yang riang dapat berhasil untuk melalui waktu yang sulit.

Rekan komunikasi: Tetap ingatkan diri Anda bahwa meskipun akan sulit untuk berbicara dengan seseorang dengan gangguan pendengaran. Ini bahkan tantangan besar untuk orang itu, mengingat banyak kesulitan yang ditemui selama percakapan biasa. Bersabarlah, gunakan strategi komunikasi yang terurai diatas, dan hargai kemampuan pendengaran Anda yang masih bagus.

Berikan Rating Artikel Ini

Be the first to comment

Leave a Reply