Gangguan Pendengaran Anak dan Penanganannya

Tindakan screening atau pemeriksaan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya gangguan pendengaran pada anak biasanya dilakukan ketika anak telah menginjak usia dua tahun. Namun, saat ini pada bayi yang baru lahir sudah bisa dilakukan pemeriksaan atau identifikasi untuk mengetahui apakah bayi tersebut mengalami gangguan pendengaran atau tidak. Sehingga jika bayi terdeteksi sedini mungkin mengalami gangguan pendengaran dapat segera ditangani dengan pemakaian alat bantu dengar sejak awal kelahiran. Dan kelak akan memberikan dampak positif untuk perkembangan mendengar dan bicaranya.

Tomblin et al, Ear and Hearing 2015 melakukan penelitian longitudinal terkait dengan kemampuan pendengaran anak. Dalam penelitiannya juga ditelaah lebih jauh mengenai faktor masalah apa yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak pengguna alat bantu dengar, apakah ucapan bisa terdengar dari alat bantu dengar dan seberapa lama anak harus menggunakan alat bantu dengar.

Seorang anak dengan gangguan pendengaran akan mengalami kesulitan dalam peningkatan kemampuan berbahasa. Hal ini akan menjadi lebih buruk ketika tingkat keparahan gangguan pendengarannya meningkat. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa anak dengan kemampuan pendengaran yang lebih baik memiliki kemampuan bahasa diatas 2/3 standar deviasi anak yang memiliki kemampuan pendengaran buruk.

Berapa jam per hari anak perlu mendengar?

Anak-anak harus mendengar selama seharian penuh untuk meningkatkan kemampuan mendengarnya. Ketika anak memiliki pendengaran yang baik maka anak akan mampu mendengar selama 24 jam. Namun berbeda dengan anak yang memiliki gangguan pendengaran, mereka hanya mampu mendengar sekitar 4 jam per hari. Karena mereka yang mengalami gangguan pendengaran membutuhkan usaha dan tenaga yang lebih besar untuk mampu mendengar dengan jelas. Di lain sisi, menurut Tomlin disebutkan, bahwa anak-anak yang menggunakan alat bantu dengar selama lebih dari 10 jam/hari akan memiliki kelancaran berbahasa dan berbicara yang lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakannya kurang dari 10 jam/hari.

Apa yang diperlukan agar anak mampu mendengar suara yang lembut?

Sebanyak 80% anak belajar berbicara dan berbahasa dengan cara mendengarkan orang lain di sekitarnya. Pembelajaran yang tidak disengaja ini memiliki tingkatan suara dari level keras hingga pelan. Untuk mendapatkan manfaat dari pembelajaran ini, maka anak perlu mendengar mulai dari level suara pelan terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengetahui bahwa anak sudah mampu mendengar dengan baik?

Untuk mengetahui apakah anak sudah mendengar dengan baik diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memastikannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah anak mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan perangkat pemeriksaan elektroakustik. Namun hal ini saja tidaklah cukup, sehingga untuk mengetahui lebih lengkapnya akan dilakukan pemeriksaan melalui audiogram yang dipasangkan pada setiap telinga secara terpisah. Untuk pembicaraan yang normal biasanya terjadi pada frekuensi 45-50 dB  dan pembicaraan yang pelan pada 30-35 dB HL. Jika anak bisa mendengarkan pada suara dengan frekuensi yang rendah, maka anak memiliki pendengaran yang baik.

Berikan pesan

Tingkat kemampuan mendengar yang didapat dari penggunaan alat bantu dengar sangat penting untuk mengetahui kemampuan berbahasa. Di lain sisi, para ahli harus melakukan pengawasan ketika anak menggunakan alat bantu dengar. Orang tua juga harus selalu memantau perkembangan mendnegar dan bicara anak dirumah karena hal ini akan sangat membantu ahli pendengaran dalam memberikan konseling kepada orang tua. Selain itu, cara ini juga dilakukan untuk memastikan jika alat bantu dengar berfungsi sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply