Keamanan Alat Bantu Dengar Yang Terhubung Dengan Internet

Ahli keamanan constantine grantcharov menciptakan sebuah ide untuk alat bantu dengar yang dapat dihubungkan dengan internet di masa depan. Teknologi alat bantu dengar memang sudah dikembangkan sejak 20 tahun terakhir. Tahun 1996 merupakan awal munculnya alat bantu dengar di pasaran, selain itu alat bantu dengar model CIC (completely in the canal) merupakan alat bantu dengar pertama yang hadir di pasaran.

Setelah melewati 20 tahun, mulai terjadi revolusi internet of thing (iot). Saat ini berbagai perlengkapan rumah tangga seperti kulkas, lampu, mesin cuci dan lain sebagainya sudah dapat terhubung dengan internet sehingga bisa diakses dimanapun Anda berada. Hal inilah yang saat ini menjadi terobosan terbaru untuk alat bantu dengar yang juga diharapkan dapat tersambung dengan internet dan bisa dioperasikan dimanapun melalui bantuan internet. Alat bantu dengar seperti Resound Linx dan Starkey Halo yang dapat disambungkan langsung ke ponsel akan secara efektif menggantikan fungsi earbud atau headphone kabel yang biasa Anda gunakan.

Ada banyak kemungkinan yang dapat Anda lakukan sehingga di masa mendatang alat bantu dengar ini akan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kecanggihan teknologi, Anda tidak lagi perlu menyembunyikan alat bantu dengar Anda. Bahkan mungkin saja kelak orang yang sama sekali tidak memiliki gangguan pendengaran akan rela membeli alat bantu dengar hanya untuk memanfaatkan teknologinya.

Memang teknologi alat bantu dengar yang tersedia saat ini semuanya sudah serba hebat, namun tentunya Anda harus mengantisipasi sisi negatif dari penggunaan alat bantu dengar yang dapat tersambung langsung ke internet ini. Alat bantu dengar harus benar-benar telah dinyatakan aman digunakan terutama bagi penggunanya yang memiliki gangguan pendengaran. Perlu Anda ketahui bahwa sekitar 70% perangkat internet of thing (iot ) yang saat ini tersedia di pasaran dinyatakan tidak aman utnuk digunakan.

Berita terbaru menjelaskan, bahwa internet of thing (iot) telah digunakan untuk meluncurkan serangan ddos (distributed denia of service) kepada pemerintah, perusahaan dan entitas lainnya dengan menggunakan perangkat yang tidak aman tersebut.  Serangan ini tentunya sangat merugikan para pengguna internet.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya produsen yang membuat alat bantu dengar dengan teknologi seperti ini harus mempertimbangkan faktor kemananannya sehingga siapa saja yang menggunakannya tidak akan mendapatkan masalah yang serius. Sebisa mungkin meski alat bantu dengar dapat disambungkan ke telepon privasi penggua harus tetap dijaga sehingga apa saja yang dilakukan lewat telepon tersebut tetap terjamin keamanannya dan tidak ada satupun yang dapat mencoba mencari keuntungan sepihak. Sebagai pengguna alat bantu dengar tentunya semua berharap agar alat bantu dengar yang berteknologi tinggi, dapat meminimalisir munculnya efek negatif sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran saat menggunakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply